<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-54565090030843970</id><updated>2012-02-16T00:54:42.780-08:00</updated><title type='text'>PC. Persis Cangkuang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://persis-cangkuang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/54565090030843970/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persis-cangkuang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Naratas Jalan Kahuripan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15230367620136253775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_rk7BEvy_qPo/SJFoqSbDEgI/AAAAAAAAAA0/Vco2ewRuNp0/S220/09-04-06_1516.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-54565090030843970.post-2552515854760722832</id><published>2008-08-01T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T23:57:28.463-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Persatuan Islam (Persis)</title><content type='html'>&lt;div class="post" id="post-7"&gt;&lt;div class="entry"&gt;Tampilnya jam’iyyah Persatuan islam (Persis) dalam pentas sejarah di  Indonesia pada awal abad ke-20 telah memberikan corak dan warna baru dalam  gerakan pembaruan Islam. Persis lahir sebagai jawaban atas tantangan dari  kondisi umat Islam yang tenggelam dalam kejumudan (kemandegan berfikir),  terperosok ke dalam kehidupan mistisisme yang berlebihan, tumbuh suburnya  khurafat, bid’ah, takhayul, syirik, musyrik, rusaknya moral, dan lebih dari itu,  umat Islam terbelenggu oleh penjajahan kolonial Belanda yang berusaha memadamkan  cahaya Islam. Situasi demikian kemudian mengilhami munculnya gerakan “reformasi”  Islam, yang pada gilirannya, melalui kontak-kontak intelektual, mempengaruhi  masyarakat Islam Indinesia untuk melakukan pembaharuanIslam. Lahirnya Persis  Diawali dengan terbentuknya suatu kelompok tadarusan (penalaahan agama Islam di  kota Bandung yang dipimpin oleh H. Zamzam dan H. Muhammad Yunus, dan kesadaran  akan kehidupan berjamaah, berimamah, berimarah dalam menyebarkan syiar Islam,  menumbuhkan semangat kelompok tadarus ini untuk mendirikan sebuah organisasi  baru dengan cirri dan karateristik yang khas. &lt;p&gt;Pada tanggal 12 September 1923, bertepatan dengan tanggal 1 Shafar 1342 H,  kelompok tadarus ini secara resmi mendirikan organisasi yang diberi nama  “Persatuan Islam” (Persis). Nama persis ini diberikan dengan maksud untuk  mengarahkan ruhul ijtihad dan jihad, berusaha dengan sekuat tenaga untuk  mencapai harapan dan cita=cita yang sesuai dengan kehendak dan cita-cita  organisasi, yaitu persatuan pemikiran Islam, persatuan rasa Islam, persatuan  suara Islam, dan persatuan usaha Islam. Falsafah ini didasarkan kepada firman  Allah Swt dalam Al Quran Surat 103 : “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian  kepada tali (undang-undang (aturan) Allah seluruhnya dan janganlah kamu bercerai  berai”. Serta sebuah hadits Nabi Saw, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Kekuatan  Allah itu bersama al-jama’ah”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tujuan dan Aktifitas Persis  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya, perhatian Persis ditujukan terutama pada faham Al-Quran dan  Sunnah. Hal ini dilakukan berbagai macam aktifitas diantaranya dengan mengadakan  pertemuan-pertemuan umum, tabligh, khutbah, kelompok studi, tadarus, mendirikan  sekolah-sekolah (pesantren), menerbitkan majalah-majalah dan kitab-kitab, serta  berbagai aktifitas keagamaan lainnya. Tujuan utamanya adalah terlaksananya  syariat Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;Untuk mencapai  tujuan jam’iyyah, Persis melaksanakan berbagai kegiatan antara lain pendidikan  yang dimulai dengan mendirikan Pesantren Persis pada tanggal 4 Maret 1936. dari  pesantren Persis ini kemudian berkembang berbagai lembaga pendidikan mulai dari  Raudlatul Athfal (Taman kanak-kanak) hingga perguruan tinggi. Kemudian  menerbitkan berbagai buku, kitab-kitab, dan majalah antara lain majalah Pembela  Islam (1929), majalah Al-Fatwa, (1931), majalah Al-Lissan (1935), majalah  At-taqwa (1937), majalah berkala Al-Hikam (1939), Majalah Aliran Islam (1948),  majalah Risalah (1962), majalah berbahasa Sunda (Iber), serta berbagai majalah  yang diterbitkan di cabang-cabang Persis. Selain pendidikan dan penerbitan,  kegiatan rutin adalah menyelenggarakan pengajian dan diskusi yang banyak digelar  di daerah-daerah, baik atas inisiatif Pimpinan Pusat Persis maupun permintaan  dari cabang-cabang Persis, undangan-undangan dari organisasi Islam lainnya,  serta masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepemimpinan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Persis  periode pertama (1923 1942) berada di bawah pimpinan H. Zamzam, H. Muhammad  Yunus, Ahmad Hassan, dan Muhammad Natsir yang menjalankan roda organisasi pada  masa penjajahan kolonial Belanda, dan menghadapi tantangan yang berat dalam  menyebarkan ide-ide dan pemikirannya.&lt;br /&gt;Pada masa pendudukan Jepang  (1942-1945), ketika semua organisasi Islam dibekukan, para pimpinan dan anggota  Persis bergerak sendiri-sendiri menentang usaha Niponisasi dan pemusyrikan ala  Jepang. Hingga menjelang proklamasi kemerdekaan Pasca kemerdekaan. Persis mulai  melakukan reorganisasi untuk menyusun kembali system organisasi yang telah  dibekukan selama pendudukan Jepang, Melalui reorganisasi tahun 1941,  kepemimpinan Persis dipegang oleh para ulama generasi kedua diantaranya KH.  Muhammad Isa Anshari sebagai ketua umum Persis (1948-1960), K.H.E. Abdurahman,  Fakhruddin Al-Khahiri, K.H.O. Qomaruddin Saleh, dll. Pada masa ini Persis  dihadapkan pada pergolakan politik yang belum stabil; pemerintah Republik  Indonesia sepertinya mulai tergiring ke arah demokrasi terpimpin yang  dicanangkan oleh Presiden Soekarno dan mengarah pada pembentukan negara dan  masyarakat dengan ideology Nasionalis, Agama, Komunis (Nasakom).&lt;br /&gt;Setelah  berakhirnya periode kepemimpinan K.H. Muhammad Isa Anshary, kepemimpinan Persis  dipegang oleh K.H.E. Abdurahman (1962-1982) yang dihadapkan pada berbagai  persoalan internal dalam organisasi maupun persoalan eksternal dengan munculnya  berbagai aliran keagamaan yang menyesatkan seperti aliran pembaharu Isa Bugis,  Islam Jama’ah, Darul Hadits, Inkarus Sunnah, Syi’ah, Ahmadiyyah dan faham sesat  lainnya.&lt;br /&gt;Kepemimpinan K.H.E. Abdurahman dilanjutkan oleh K.H.A. Latif  Muchtar, MA. (1983-1997) dan K.H. Shiddiq Amien (1997-2005) yang merupakan  proses regenerasi dari tokoh-tokoh Persis kepada eksponen organisasi otonom  kepemudaannya. (Pemuda Persis). Pada masa ini terdapat perbedaan yang ckup  mendasar: jika pada awal berdirinya Persis muncul dengan isu-isu kontrobersial  yang bersifat gebrakan shock therapy paa masa ini Persis cenderung ke arah low  profile yang bersifrat persuasive edukatif dalam menyebarkan faham-faham  al-Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persis Masa Kini &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kini  Persis berjuang menyesuaikan diri dengan kebutuhan umat pada masanya yang lebih  realistis dan kritis. Gerak perjuangan Persis tidak terbatas pada persoalan  persoalan ibadah dalam arti sempit, tetapi meluas kepada persoalan-persoalan  strategis yang dibutuhkan oleh umat Islam terutama pada urusan muamalah dan  peningkatan pengkajian pemikiran keislaman.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--  Side Central END --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/54565090030843970-2552515854760722832?l=persis-cangkuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persis-cangkuang.blogspot.com/feeds/2552515854760722832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=54565090030843970&amp;postID=2552515854760722832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/54565090030843970/posts/default/2552515854760722832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/54565090030843970/posts/default/2552515854760722832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persis-cangkuang.blogspot.com/2008/08/sejarah-persis.html' title='Sejarah Persatuan Islam (Persis)'/><author><name>Naratas Jalan Kahuripan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15230367620136253775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_rk7BEvy_qPo/SJFoqSbDEgI/AAAAAAAAAA0/Vco2ewRuNp0/S220/09-04-06_1516.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
